Sama seperti ketika pendaftarannya, ternyata oh ternyata gua ga inget tanggal bahkan hari pas pengumumannya hehehehe:') emang gitu anaknya, suka yang dadakan biar greget *ngeles aja lu met*. Jadi gua lupa karena waktu itu gua lagi dalam posisi libur setelah UN SMA.
Masih inget banget, gua lagi nonton pertandingan panjat tebing Asian Games 2018 sambil main hp buka instagram dan tiba tiba muncul postingan yang menyatakan beberapa hari lagi pengumuman volunteer yang kepilih, dan buat yang ke pilih akan mendapatkan email dari pihak Asian Para Gamesnya. Di emailnya juga secara bertahap, gak langsung satu hari diemail semua. Kalau gak salah di bagi menjadi 3 atau 4 tahap gitu yang berarti 3 atau 4 harian lah ya..
Gua baru inget kalo gua lagi nungguin pengumuman, yaudah deh gua jadi deg-degan seketika.. "kira kira gua keterima gak ya?" "duh, gasabar" "duh, takut".
Waktu itu gua sibuk chattingan sama temen gua lagi bahas tentang pertandingan volley indoor di chat (ceritanya nobar online gitu wkwkwk) dan jengjengjenggg~ tiba-tiba email masuk.. gua kira "yaela palingan juga email dari diskon shopee atau promo promo gajelas gitu" dan pas gua buka.. ENGGA GENGS, itu beneran email dari inapgoc "WAW" ku terkejoed 😲
Gua gak langsung percaya gitu, awalnya.. gua kira "ah palingan hoax nih" terus gua cek timeline akun resminya di instagram dan ternyata beneran guysss. Gua dapet emailnya di hari keduanya gitu, sebenernya pas hari pertama gua kaya sedih gitu sih, "kok gada yang email gua sih?" wkwkwkwk pen bat di email si lu met:'
Gua seneng dong karena dapet email, terus disitu juga disertai link yang isinya pertanyaan sekaligus pernyataan. pertanyaannya tentang "bisa meluangkan waktu dari awal acara sampai akhir acara gak?" ya intinya gitu deh.. terus dikasih dua pilihan.. bisa atau tidak, kalau bisa ya harus bertanggung jawab atas pilihannya dan kalau tidak di anggap memundurkan diri.
Tanpa mikir lagi, gua langsung klik bisa dan menyetujui semua pernyataannya, padahal pas event masih masuk awal perkuliahan, tapi niat dan tekad gua sangat kuat jadi gua lebih milih jadi volunteer. Karena apa? Pertama event ini gak selalu diadakan setiap tahun, kedua kapan lagi event ini diadakan di indonesia, ketiga event ini tingkat Asia, keempat gua emang kepengen jadi volunteer yang niatnya menambah pengalaman dan membantu yang membutuhkan dengan sikap ramah dibaluti dengan senyuman hangat nan manis. ashiyaapppp 😄😄
Udah itu aja, demi apa pun deh niat gua ikutan ini tuh karena gua liat volunteer volunteer Asian Games baik baik dan ramah ramah banget, kayanya mereka enjoy banget gitu ngejalaninnya jadi seneng seneng aja.
Balik lagi ke topik, setelah gua menyetujuinya terus gua bilang ke mama gua. Yup--" seperti yang sudah-sudah, mama gua meresponnya dengan santai dan cuek saja seperti tidak percaya, dan yasudah biarlah begitu. Gua juga cerita ke bapak gua serta kakak gua, gua lupa respon mereka apa, oke skip.
Gua tetep stalking komentar komentar dipostingan instagramnya, banyak yang komen "aku dapet di divisi ini nih" dan akhirnya membuat grup, yauda gua juga ikutan komen dan DM DMan di instagram untuk mendapatkan link grupnya, yauda deh joinlah diriku di grup.
Akhirnya selesai juga pengumuman yang keterima, gua masih stalking komentar di instagramnya, ternyata banyak yang gak keterima marah marah. Mereka bingung dan meminta kejelasan tentang "apa yang menyebabkan mereka tidak terpilih padahal mereka sudah mengirim perihal berkasnya dengan baik dan benar?", sejak itu gua merasa gua harus bersyukur dan berterima kasih banget telah diberi kesempatan untuk pertama kalinya dan tingkat Asia pula, Alhamdulillah.
Di grup rame bangeeeeetttt.. chat gak berenti berenti hp penuh notif dari grup mulu, ditinggal bentar rame lagi. Mau gak mau deh chat sebanyak apapun harus dibaca biar gak ketinggalan info, alhasil mata gua pun lelah dong menatap layar hp terus :')
Pada saat itu ada grup seluruh volunteer APG (Asian Para Games), ada grup divisi, grup region. Beberapa orang membahas tentang divisi yang dipilihnya berbeda dengan divisi yang diterimanya. Iya, benar.. ternyata kita bebas memilih dimana divisi yang kita inginkan namun tetap INAPGOC yang memutuskan kita lebih cocok dan dibutuhkannya di divisi apa dan dimananya.
Kebetulan banget gua lupa pas daftar milih divisi apa jadi bahasnya gua keterima aja. Iya.. gua di terima di divisi Marketing Look & Feel. Nahlo, Apatuh? wkwk bingung kan lo? sama gua pas keterima juga bingung. Karena biasanya marketing tuh ya marketing aja, dan ternyata divisi ini baru ada di Asian Para Games doang, pas di Asian Games gak ada.
Gua sama temen temen yang sedivisi juga memusingkan perihal divisi ini, nantinya kerjanya apa dan gimana, karena masih bingung walaupun sudah tertera penjelasan informasinya pada website volunteer. Oke skip, bakalan panjang kalo gua ceritain ini terus.
Hmmm sebenernya menurut teman-teman, apakah setelah gua mendapatkan email bisa langsung jadi volunteer pas event mulai? Hell, nooooo! Kalian salah besar kalau berasumsi seperti itu. Kita mengikuti beberapa kali pertemuan untuk mendapatkan materi dengan berbagai tutor yang disertai penerapannya sekaligus.
Oiya, ternyata dari pihak INAPGOC juga telah menyiapkan cadangan pengganti bagi yang memilih memundurkan diri, sekali lagi gua sangat merasa bersyukur karena gua bukan cadangan pengganti tersebut. Sebab apa? yang menjadi cadangan tersebut juga di email, namun setelahnya ketika diinfokan akan diberikan pemberitahuan lebih lanjut pada email kedua untuk mengikuti kegiatan pemberian & pembelajaran materi yang disertai link tiap batch dan identitas volunteer yang keterima seperti nama,tanggal lahir,waktu kegiatan dan sebagainya. Apabila namanya tidak ada otomatis "mohon maaf, orang yang bersangkutan bukan volunteer APG tanpa pemberitahuan lain". Sedih banget ya serasa di phpin gitu :( harusnya tetep dikasih notif ya supaya informasinya jelas dan gak miss communication.
Seperti yang gua bilang tadi, kita disuruh WAJIB hadir dan mengikuti pembelajaran tanpa adanya berbagai alasan. Kenapa wajib? karena sudah menyetujui pernyataan dan aturan (yang dikirim via email).
Kita diajari mulai dari bagaimana beretika dengan orang lain, beretika dengan penyandang disabilitas, diajari sopan santun, dan masih banyak lagiiii (sampai dikasih bukunya untuk belajar, banyak dan tebel guys). Dibilang capek? fisik sih capek, tapi jika kita menjalaninya dengan suka rela dan senang maka tidak jadi masalah hehe^^
Gua seneng banget, diajari materi yang menyangkut psikologis manusia serta macam-macam karakternya, dan yang paling gua suka itu diajari cara membedakan orang yang gampang terbuka/akrab dengan orang lain dan yang tidak (gua lupa bahasa psikologinya apa). Ternyata gua termasuk yang gampang akrab dengan orang baru.
Beneran, gua seneng banget deh. Jujur aja kalian pernah gak si pergi ke suatu tempat yang untuk menghadiri kegiatan yang kalian tuh sama sekali gak tau tempatnya dimana dan gak punya barengan ke tempat tersebut, dan lagi waktunya tuh pagi banget dan pulangnya langsung malem juga? gua rasa sih kebanyakan ga pernah kan dan juga, mana mau sih pergi sendiri atau dengan orang yang tidak dikenal pergi ke tempat yang kita belum pernah dikunjungi.
Yuppp! Gua gatau tempat kegiatannya dimana dan pergi juga gada barengan. Bodohnya diri ini, ketika tersadarkan ga punya temen atau kenalan siapa siapanya aja yang daftar dan keterima di APG :') *terlalu nekat*. Pas banget! Di grup rame membahas berangkatnya bareng-bareng aja. Dan YEAYYYY! gua menemukan kakak kakak cantik dan baik, gua akhirnya punya temen berangkat bareng (biar kalo nyasar ga sendirian, kan sedih ya wkwkwk gadeng).
Balik lagi ke topik. Iya jadi kesimpulannya gua seneng banget pergi ke tempat yang belom pernah gua kunjungi bersama dengan orang belum pernah gua temui bahkan kenal sebelumnya, pengalaman pertama juga bagi gua. Gua juga seneng tanpa disadari kita diajari cara bagaimana akrab dengan orang baru dalam waktu yang sangat singkat.
Pertemuan pertama dan juga foto pertama kita ketika Bimbingan Teknis 💓
Seru banget! kita disuruh kenalan sama temen temen yang satu ruangan, dibuat per kelompok, dan disuruh wajib mengenal satu sama lain.
Gatau deh, memang dalam masyarakat dewasanya kita akan terbiasa untuk menjadi pribadi yang terbuka dan cepat akrab atau cuma beberapa kelompok dalam masyarakat yang seperti itu. Balik lagi, gua hanya gadis 18 tahun yang baru mengenal dunia selepas lulus sekolah. Kedengarannya aneh, namun ternyata pergaulan yang didapat sangat berbeda ketika menjadi siswa dan mahasiswa. Entahlah~
Oiya, ketika gua mau berangkat pagi pagi, orang tua gua sempat panik dan gak ngeizinin karena banyak faktor, yang utamanya sih karena tujuannya belum pernah gua kunjungi, dan perginya belum ketauan sama siapa (maksudnya orang tua gua ga kenal sama kakak kakaknya itu). tapi gua berusaha meyakinkan mereka dan akhirnya dibolehkan.
Bener banget! zaman sekarang sudah canggih, tentunya bisa pakai maps dan kalau gak mau ribet tinggal naik gojek :D
Oke segini dulu ya ceritanya, dilanjut dipart ke 4 yaaa.
Byeeee love xoxo💋


